Feeds:
Pos
Komentar

Surat Penguman USM STAN 2010

Lampiran Surat Pengumuman USM STAN 2010

PENGUMUMAN

Nomor: PENG- 004 /PP/2008

TENTANG

PENERIMAAN MAHASISWA BARU PROGRAM DIPLOMA I DAN III KEUANGAN

SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA

TAHUN AKADEMIK 2008/2009

Departemen Keuangan Republik Indonesia akan menerima putra dan putri warga negara Indonesia untuk mengikuti pendidikan pada Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dengan spesialisasi sebagai berikut:

1. Program Diploma I Keuangan Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai

2. Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai

3. Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Kebendaharaan Negara

4. Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Administrasi Perpajakan

5. Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Pengurusan Piutang dan Lelang Negara

6. Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Penilai/Pajak Bumi dan Bangunan

7. Program Diploma III Keuangan Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan

I. SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN

1. Berijazah Sekolah Menengah Umum (SMU)/Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah dan SMK Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen tahun 2005, 2006, 2007 dan 2008

2. Untuk:

a. Lulusan Tahun 2005, 2006 dan 2007

Nilai rata-rata “Ujian Tartulis” pada Ijazah tidak kurang dari 7,00 (tujuh koma nol nol) dan nilai tersebut bukan hasil pembulatan.

b. Lulusan Tahun 2008

Nilai rata-rata “Ujian Tartulis” pada Ijazah/Ijazah Semantara/Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU) tidak kurang dari 7,00 (tujuh koma nol nol) dan nilai tersebut bukan hasil pembulatan.

3. Umur berdasarkan tanggal lahir yang tercantum di dalam Ijazah/Ijasah Sementara tidak lebih dari 21 tahun, dalam pengertian yang lahir sebelum tanggal 1 September 1987 tidak diperkenankan mendaftar.

4. Tidak cacat badan dan tidak mengalami ketergantungan terhadap narkotika dan sejenisnya.

5. Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti pendidikan.

6. Khusus untuk Program Diploma Spesialiasi Kepabeanan dan Cukai, ditambahkan persyaratan sebagai berikut:

a. Hanya menerima laki-laki

b. Tinggi badan minimal 165 cm

c. Tidak buta warna

b. Bagi mereka yang dinyatakan lulus ujian tertulis, harus mengikuti dan lulus tes kesehatan dan aerobik yang pelaksanaannya dapat dilakukan di salah satu tempat berikut; Medan, Makassar, Palembang, dan Jakarta.

7. Menyetor biaya ujian saringan masuk sebesar Rp 100.000,00 (seratus ribu rupiah) melalui semua cabang dari bank-bank sebagai berikut:

a. BANK MANDIRI ke rekening “Bendahara Penerima STAN”, Nomor Rekening: 128-00-0539250-8 Bank Mandiri Cabang Bintaro

b. BANK BNI 46 ke rekening ”Bendahara Penerima STAN” Nomor Rekening: 147790557 Bank BNI 46 Cabang Bintaro

c. BANK BRI ke rekening ”Bendahara Penerima STAN” Nomor Rekening: 0521-01-000033-30-3 Bank BRI Cabang Bintaro

Bukti setor harus atas nama calon peserta ujian dan disahkan/divalidasi petugas bank (tidak melalui ATM, Phone Banking, Internet Banking, dll).

Dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Uang yang telah disetor tidak dapat diminta kembali dengan alasan apapun

b. Biaya yang ditimbulkan akibat penyetoran uang pendaftaran ditanggung peserta

c. Panitia tidak menerima bukti setor kolektif

II. KETENTUAN PENDAFTARAN DAN UJIAN

1. Pendaftaran dapat dilakukan di lokasi di bawah ini :

LOKASI

ALAMAT

Jakarta

Kampus STAN/Prodip Keuangan Jl. Bintaro Utama Sektor V, Bintaro Jaya, Tangerang

Banda Aceh

Kantor Pelayanan Pajak Banda Aceh, Jl. T. Muhammad Daud Beureuh No. 20 Banda Aceh

Medan

Balai Diklat Keuangan I, Gedung Keuangan Negara Jl. P. Diponegoro No. 30 A Medan

Padang

Kantor Pelayanan Pajak Padang Jl. Bgd. Aziz Khan no 26 Padang 25001

Palembang

Balai Diklat Keuangan II Palembang, Jl. Suka Bangun II Kec. Sukarame, Palembang

Cimahi

Balai Diklat Keuangan VII, Jl. Gado Bangkong No. 111 Cimahi Bandung

Semarang

Kanwil XII Ditjen Perbendaharaan, GKN, Jl. Pemuda No. 2, Semarang

Yogyakarta

Jogja Expo Center (JEC) Jl. Raya Janti, Yogyakarta

Surabaya

Kanwil XV Ditjen Perbendaharaan Jl. Indrapura No. 5, Surabaya

Malang

Balai Diklat Keuangan IV, Jl. A. Yani Utara No. 200 Malang

Pontianak

Kantor Pelayanan Pajak Pontianak Jl. Sultan Abdurachman no. 1 Pontianak 78116

Balikpapan

Balai Diklat Keuangan V, Gedung Keuangan Negara Jl. A. Yani No 68 Balikpapan

Makassar

Balai Diklat Keuangan VI, Jl. A. Yani No. 1 Makassar

Manado

Balai Diklat Keuangan VIII, Jl. Bhetesda No. 24 Manado

Denpasar

Kanwil XX Ditjen Perbendaharaan Jl. Dr. Kusumaatmaja Niti Mandala, Denpasar

Mataram

Kanwil XXI Ditjen Anggaran, Jl. Langko No. 40 Mataram 83125

Kupang

Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Kupang Jl. Praja No. 2 Tenau Kupang 85000

Sorong

Kantor Pelayanan Pajak Sorong, Jl. Jend. Sudirman No. 26 Sorong

Jayapura

Kanwil XVIII Ditjen Pajak Maluku dan Papua, Jl. A. Yani No. 8 Jayapura

2. Pendaftaran tidak dapat diwakilkan

3. Pendaftaran dilaksanakan pada hari dan jam kerja pada tanggal 16 Juni s.d. 4 Juli 2007.

4. Pada waktu mendaftar, peserta ujian harus menyerahkan:

a. Formulir Pendaftaran yang telah diisi lengkap (formulir pendaftaran dapat didownload di website dengan alamat: http://www.depkeu.go.id, http://bppk.depkeu.go.id, dan http://stan.ac.id;

b. Asli bukti penyetoran uang ujian saringan masuk dari bank yang dimaksud pada Syarat-syarat Pendaftaran Mengikuti Ujian Saringan Masuk (lihat Romawi I nomor 7) beserta fotocopinya rangkap 3;

c. 1 lembar Fotokopi Ijazah/Ijazah Sementara yang telah dilegalisasi Kepala Sekolah;

d. 1 lembar Fotokopi STL/SKHU (untuk lulusan 2003 dan 2004) yang telah dilegalisasi Kepala Sekolah;

e. Pasfoto berwarna terbaru ukuran 3 x 4 sebanyak 3 (tiga) lembar.

5. Pilihan Program dan Spesialisasi:

a. Calon peserta ujian harus menentukan pilihan Program dan Spesialisasi berdasarkan urutan prioritas, maksimal 4 pilihan.

b. Penentuan spesialisasi bagi calon peserta yang lulus didasarkan pada pilihan peserta seperti diatas. Dalam hal program dan spesialisasi yang dipilih sudah penuh, Panitia Penerimaan Mahasiswa akan mengalokasikan peserta yang lulus selebihnya ke program dan spesialisasi yang masih memerlukan.

6. Materi ujian meliputi:

a. Tes Kemampuan Umum

b. Tes Bahasa Indonesia

c. Tes Bahasa Inggris

7. Ujian dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 20 Juli 2008.

Waktu dan tempat ujian akan diumumkan pada saat mendaftar di tempat pendaftaran.

III. PENGUMUMAN HASIL UJIAN DAN PENDAFTARAN ULANG

1. Calon peserta test aerobik beserta jadwal dan tempat pelaksanaan test aerobik akan diumumkan pada tanggal 22 Agustus 2008.

2. Hasil ujian saringan masuk STAN akan diumumkan pada tanggal 3 September 2008 pukul 11.00 WIB.

3. Peserta yang dinyatakan lulus ujian saringan masuk harus melakukan pendaftaran ulang di tempat-tempat yang ditetapkan oleh Panitia Penerimaan Mahasiswa dengan menyerahkan:

a. Pasfoto berwarna terbaru sebagai berikut:

– Ukuran 2×3 cm = 2 lembar

– Ukuran 4×6 cm = 4 lembar

b. Dua lembar fotokopi STL/SKHU dan Ijasah yang telah disahkan oleh Kepala Sekolah dengan memperlihatkan STL/SKHU dan Ijasah aslinya.

c. Surat Keterangan Dokter Pemerintah/Dinas Kesehatan yang menyatakan bahwa calon berbadan sehat dan tidak cacat badan.

d. Surat Keterangan Dokter Pemerintah/Dinas Kesehatan yang menyatakan bahwa calon tidak terkena/tergantung pada narkotika dan sejenisnya.

e. Surat Keterangan hasil rontgen dari dokter spesialis paru-paru yang menyatakan paru-paru baik/sehat.

f. Surat Keterangan dari Kepala Desa/Lurah yang menyatakan belum pernah menikah.

g. Surat pernyataan dari calon mahasiswa bahwa selama mengikuti pendidikan tidak akan menikah dan mematuhi peraturan disiplin mahasiswa.

h. Surat pernyataan kesanggupan wajib kerja di Departemen Keuangan atau Instansi Pemerintah baik di pusat maupun di daerah.

i. Asli Bukti Peserta Ujian (BPU).

4. Panitia penerimaan mahasiswa berhak menyatakan seseorang calon tidak diterima menjadi mahasiswa walaupun telah lulus ujian saringan masuk, apabila terdapat persyaratan pada Romawi I (butir 1 s.d 7) atau III butir ke-3 di atas yang tidak dipenuhi oleh calon dalam batas waktu pendaftaran ulang, dan atau terdapat data yang palsu.

IV. PENDIDIKAN

1. Lama pendidikan untuk Program Diploma I adalah 2 semester dan Program Diploma III adalah 6 semester. Yang tidak berhasil mencapai indeks prestasi yang ditetapkan pada akhir setiap semester akan dikeluarkan dari pendidikan.

2. Pendidikan diselenggarakan di lokasi sebagai berikut:

a. D-III : Kampus STAN Jakarta

b. D-I : Kampus STAN Jakarta dan/atau Balai Diklat Keuangan di daerah.

3. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara tidak memungut uang kuliah selama mengikuti pendidikan.

4. Lulusan Program Diploma I dan Program Diploma III dapat diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Keuangan atau instansi pemerintah lainnya baik di pusat maupun di daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

5. Lulusan Program Diploma I dan Program Diploma III harus lulus ujian penerimaan PNS Departemen Keuangan untuk dapat diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Departemen Keuangan.

V. LAIN-LAIN

1. Semua biaya (pengangkutan, pemondokan dan lain-lain) yang dikeluarkan oleh peserta ujian/calon mahasiswa dalam rangka mendaftarkan diri dan mengikuti ujian saringan masuk menjadi tanggungan sendiri.

2. Dalam prose pendaftaran, ujian, maupun penerimaan mahasiswa STAN tidak diadakan surat menyurat dan dispensasi dalam bentuk apapun.

3. Keputusan panitia penerimaan mahasiswa baru tidak dapat diganggu gugat.

4. Tata cara pendaftaran secara rinci dapat dilihat di lokasi pendaftaran.

4. Pengumuman pendaftaran dan pengumuman hasil USM dapat pula dilihat di website:

· http://depkeu.go.id

· http://bppk.depkeu.go.id

· http://stan.ac.id

Dikeluarkan di Jakarata

Pada tanggal 10 Juni 2008

Kepala Badan

Ttd

Anny Ratnawati

NIP 131669947


STAN terkenal karena ikatan dinas atau ikatan kerja-nya. Bahkan hampir sebagian besar motivasi para pelajar untuk masuk STAN adalah ikatan dinas. “Cari kerja sekarang khan susah!”, “Takut jadi pengangguran…”, dan serentetan kata-kata serem lainnya menjadi pelecut semangat para pelajar untuk berlomba-lomba masuk STAN. Ditambah lagi posisi STAN sebagai Perguruan Tinggi Kedinasan Departemen Keuangan (PTK-DEPKEU), maka sebagian besar alumni STAN akan disalurkan ke instansi-instansi di bawah departemen yang mengurusi keuangan negara tersebut.

Namun, tidak semua lulusan STAN ditempatkan di Departemen Keuangan, ada beberapa instansi diluar Depkeu, ternyata membutuhkan tenaga para alumni STAN. Maka tidak salah memang, jika ada yang mengatakan STAN merupakan solusi terbaik di dalam kondisi sulit bangsa Indonesia. Kuliah tanpa biaya plus jaminan kerja di instansi pemerintahan. Siapa pun orang akan sepakat bahwa hal tersebut merupakan tawaran yang menggiurkan.

Langsung aja, di bawah ini merupakan informasi instansi yang membutuhkan lulusan STAN sesuai dengan spesialisasi yang ada:

# Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan

  1. Departemen Keuangan : Setjen (Sekretariat Jenderal), Itjen (Inspektorat Jenderal), DJP (Direktorat Jenderal Pajak), DJPbN (Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara), DJKN (Direktorat Jenderal Kekayaan Negara), BPPK (Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan)
  2. BPK (Badan Pemeriksa Keuangan)
  3. BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan)
  4. Kementerian BUMN
  5. Kementerian Koordinator Perekonomian

# Spesialisasi Administrasi Perpajakan

  1. DJP (Direktorat Jenderal Pajak)
  2. BKF (Badan Kebijakan Fiskal)
  3. BPPK (Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan)

# Spesialisasi Penilai / Pajak Bumi dan Bangunan

  1. DJP (Direktorat Jenderal Pajak)
  2. DJKN (Direktorat Kekayaan Negara)

# Spesialisasi Kebendaharaan Negara

  1. Departemen Keuangan : Setjen (Sekretariat Jenderal) Departemen Keuangan, DJPbN (Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara), BPPK (Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan)
  2. BPK (Badan Pemeriksa Keuangan)
  3. BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan)
  4. Kementerian BUMN
  5. Kementerian Koordinator Perekonomian

# Spesialisasi PPLN

  1. DJKN (Direktorat Kekayaan Negara)
  2. BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan)

# Spesialisasi Bea Cukai

  1. Setjen (Sekretariat Jenderal) Departemen Keuangan
  2. DJBC (Direktorat Kepabeanan dan Cukai)
  3. BKF (Badan Kebijakan Fiskal)

Departemen Keuangan adalah salah satu denyut nadi berdirinya suatu negara. Dalam mempertahankan keberlangsungan denyut nadi secara optimal, diperlukan aparat keuangan yang juga berkualitas dalam menyusun sistem organ tersebut. Dari zaman awal berdirinya Indonesia, intern Departemen Keuangan telah menyadari bahwa diperlukan aparat keuangan yang memiliki kualitas terbaik dan terpilih dari generasi bangsa. sejak pengakuan kedaulatan, tepatnya setelah 1956, terjadi pergantian pimpinan di Departemen Keuangan dari orang-orang Belanda kepada orang-orang Indonesia. Pemerintah pun menyadari perlu adanya tenaga-tenaga ahli dari bangsa Indonesia sendiri. Untuk memenuhi kebutuhan itulah, Departemen Keuangan mengirimkan kader-kadernya untuk mengikuti pendidikan tinggi di dalam dan di luar negeri serta menyelenggarakan kursus-kursus dan pendidikan tinggi. Beberapa kursus-kursus dan pendidikan tinggi tersebut adalah Ajun Akuntan Negara dan Ajun Akuntan Pajak pada tahun (1952), Kursus Djabatan Adjun Akuntan (KDAA), tahun (1953), Akademi Pajak dan Pabean (AP2) (1957), Kursus Thesauri Negara (1958), Kursus Djabatan Pembantu Akuntan (KDPA), tahun (1959).

Pada tanggal 5 Oktober 1959 Akademi Pajak dan Pabean (yg didirikan th.1957) dibubarkan. Sebagai penggantinya lahirlah STIKN berdasarkan keputusan Menteri Keuangan Nomor : 175042/UP/X tanggal 31 Desember 1959. Pada awal pembentukannya, terdapat empat jurusan/spesialisasi yaitu Akuntansi, Pajak Umum, Bea Cukai dan Kebendaharaan Umum dengan masa pendidikan lima tahun. Setelah itu didirikan pula Akademi Thesauri Negara (ATN) tahun 1960, yang didirikan untuk menyediakan tenaga ahli yang cakap di bidang keuangan negara dalam rangka pelimpahan tugas administrasi keuangan. Akademi ini didirikan dengan berdasarkan SK Menteri Keuangan Nomor: 2815/UP/X tertanggal 7 April 1960. Kemudian berturut-turut diadakan Akademi Djabatan Adjun Akuntan (ADAA) tahun 1960, Akademi Dinas Pemeriksaan Keuangan (ADPK) tahun 1963 yang merupakan akademi dibawah Badan Pemeriksa Keuangan dengan lama pendidikan lima tahun. Akademi Perbendaharaan Negara (APN) tahun 1965, Akademi Adjun Akuntan Negara (A3N) dan dan Akademi Adjun Akuntan Pajak (A3P), tahun 1967.

Pada tahun 1967, berdasarkan Surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: Kep.302/Menkeu/2967 (3/PT/1967) tanggal 15 Desember 1967 yang kemudian dipertegas dengan Keputusan Presiden RI Nomor:167 tanggal 6 Mei 1968, didirikanlah IIK. Institut ini merupakan integrasi dari beberapa pendidikan di lingkungan Departemen Keuangan dan Badan Pemeriksa Keuangan, antara lain: STIKN, A3N, A3P, ATN dan ADPK. IIK berpusat di jakarta dan memiliki cabang di tiga kota, yaitu: Medan, Bandung, dan Surabaya. Ada empat jurusan dalam institut ini, yaitu: Akuntansi, Pajak Umum, Bea Cukai dan Kebendaharaan Umum. Namun dalam perkembangannya, berdasarkan Keputusan Presiden RI No.34 tahun 1972 tentang Tanggung Jawab Fungsional Pendidikan dan Latihan yang ditegaskan dalam Instruksi Presiden Nomor 15 tahun 1974, pimpinan Departemen Keuangan memutuskan untuk meninjau kembali status IIK dan akhirnya menganggap tidak perlu lagi mempertahankan status IIK ini.

Pada masa berakhirnya IIK pada 1974, keluarlah Keputusan Presiden Nomor : 44 tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Organisasi Departemen, disusul KEPMENKEU No 405/MK/6/4/1975 tentang susunan dan organisasi dan tata kerja Departemen Keuangan, berdasarkan keputusan ini maka lahirlah Badan Pendidikan dan Latihan Keuangan yang susunan organisasinya meliputi Sekretariat Badan, Pusdiklat Kebendaharaan Umum, Pusdiklat Perpajakan, Pusdiklat Bea dan Cukai, Pusdiklat Pengawasan, Pusdiklat Ipeda dan Pegadaian, dan Pusdiklat Akuntansi Negara (STAN).

Pada tahun 1975, masa momen pembubaran IIK, dengan pertimbangan bahwa pada masa itu perguruan tinggi negeri yang ada belum sanggup untuk mendidik tenaga akuntan, sementara IIK sendiri harus ditutup, maka didirikanlah Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Pendirian STAN berdasarkan keputusan Presiden Nomor : 45 Tahun 1974 jo. Keputusan Presiden Nomor:12 Tahun 1967. Baru pada tanggal 17 Maret 1975 melalui Surat Keputusan No.13495/MPK/1975 diperoleh izin penyelenggaraan pendidikan akuntan dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Dengan KEPPRES 15 tahun 1984 susunan organisasi BPLK terjadi perubahan, yaitu berpisahnya Pusdiklat Pengawasan yang bergabung dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan timbulnya Pusdiklat Pegawai yang menangani Sekolah Pimpinan Administrasi dan Seminar Ketrampilan Manajemen. Dalam KEPPRES tersebut STAN tidak dibawah BPLK namun pembinaannya berada dibawah BPLK.

Dalam perkembangannya Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, yang secara stuktur ditetapkan dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 1/PMK/1977 tanggal 18 Februari 1977, mengalami peleburan dengan Program Diploma Bidang Keuangan. Program tersebut awalnya dikelola oleh Pusdiklat-pusdiklat yang ada dalam struktur BPLK. Program Diploma Bidang Keuangan dilimpahkan tanggung jawab pengelolaanya kepada Direktur Sekolah Tinggi Akuntansi Negara sesuai dengan Surat Tugas Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Keuangan Nomor ST-098/BP/1997 Tanggal 31 Oktober 1997 dan Surat Edaran Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Keuangan Nomor SE-048/BP/1998 Tanggal 29 Oktober 1998.

Sekolah Tinggi Akuntansi Negara dapat dikatakan merupakan kawah candradimuka calon-calon tenaga keuangan. Di tempat ini lah mereka ditempa untuk diharapkan menjadi pengawal keuangan negara yang tidak hanya ahli dan menguasai ilmu keuangan negara, tetapi juga berwawasan luas dan bermental baja. Terdengar sangat berlebih dan mungkin terlampau idealis. Apalagi melihat kondisi riil kampus STAN, jauh panggang dari api.

Sungguh disayangkan, tempat dimana calon-calon pegawai Departemen Keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan dan Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan menimba ilmu, kondisinya tidak mendukung untuk menghasilkan pegawai-pegawai ideal. Pegawai yang mampu mengemban amanah untuk mengumpulkan, menjaga, menyalurkan serta menggunakan ”uang rakyat” dengan benar.

Namun, bukankah hidup ini merupakan pilihan?! Pilihan untuk mengambil jalan lurus atau berkelok-kelok. Pilihan untuk mengatakan tidak dengan tegas atau bernegosiasi terhadap hal-hal yang tidak benar. Pilihan untuk melawan arus atau malah ikut arus. Sampai pilihan untuk lebih mengutamakan kehidupan dunia dibanding kehidupan setelahnya atau sebaliknya.

Allah, Tuhan alam semesta, telah mengatakan melalui firmannya, bahwa Dia tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum tersebut berusaha mengubahnya sendiri. Sangat jelas, secara tersurat pada qalam ilahi tersebut, bahwa kita sangat tidak dianjurkan untuk berpangku tangan. Menyerah kepada nasib seolah itu sudah merupakan takdir yang telah ditetapkan bagi kita. Tidak! Tuhan menciptakan manusia dengan dilengkapi dengan akal dan pikiran agar digunakan untuk dapat membedakan mana yang baik dan yang buruk. Mana jalan yang benar dan mana jalan yang sesat. Mana yang kekal lagi abadi dan mana yang sementara lagi fana.

Lantas apa korelasi dengan kondisi kita (termasuk penulis didalamnya) sebagai fresh graduate STAN yang telah ditempatkan diberbagai macam instansi baik pada Departemen Keuangan maupun BPK dan BPKP. Kita saat ini telah memilih, bahkan jauh sebelumnya, ketika kita menjejakkan kaki pertama kali di kampus Jurang Mangu dengan status sebagai seorang mahasiswa. Kita telah memilih untuk menjadi seorang birokrat. Kita telah memilih untuk memasuki dunia, yang menurut banyak orang jauh dari ideal. Mengutip kata-kata seorang teman, dunia yang serba abu-abu! Bukan karena tidak ada ”hitam”, tapi sangat sulit menemukan yang ”putih”. Di tempat ini, logika kita sulit untuk membedakan, mana hal yang baik dan mana hal yang buruk atau mana yang harusnya kita lakukan dan mana yang harus kita tinggalkan. Satu-satunya yang dapat membedakan hanya hati nurani! Sayangnya, benda yang disebut terakhir tersebut belakangan ini menjadi sesuatu yang langka.

Jika seperti itu kondisinya, jadi apa yang harusnya kita lakukan? Bila kita belum tahu jawabannya, harus dipertanyakan kembali apakah sebenarnya kita sudah siap atau minimal sadar terhadap pilihan menjadi seorang birokrat? Bersyukurlah, jika kita sudah menyadari apa yang telah menjadi pilihan kita, sekarang tinggal mempersiapkan diri untuk masuk ke arena yang sesungguhnya. Jika belum, bisa jadi ini merupakan pertanda bahaya karena waktu yang kita miliki tinggal sedikit untuk benar-benar menjadi bagian dari dunia birokrasi.

Kenapa kita harus mempersiapkan diri? Atau paling tidak menyadari terlebih dahulu akan pilihan kita untuk masuk ke dunia birokrasi. Hal tersebut menjadi penting karena setelah ini, telah mengantri berbagai macam pilihan yang harus segera akan dan harus kita pilih. Dunia birokrasi yang akan kita geluti ini, tidak menyatakan dengan jelas yang hitam itu berwarna hitam dan yang putih itu berwarna putih. Yang ada hanya diantaranya, yaitu abu-abu, sesuatu yang shubhat, tidak jelas apakah bernilai baik atau malah sebaliknya. Apa bila kita tidak hati-hati, bisa jadi kita akan salah memilih dan yang paling menakutkan seterusnya kita akan terjebak pada pilihan yang salah. Bagi yang merasa telah siap, jangan terlalu jumawa karena tidak ada yang dapat menjamin pilihan yang benar atau baik yang akan mereka ambil. Bagi yang merasa belum siap, maka harus extra hati-hati dalam memilih.

Lantas apa yang harus kita siapkan, ketika sudah menyadari akan pilihan menyandang status birokrat. Pilihan yang biasa saja kita akui bersama ternyata bukan pilihan yang terbaik bagi kita. Bukan bermaksud pesimis, tapi mencoba untuk mengingatkan kembali diri kita. Tiga tahun sebagai seorang mahasiswa. di kampus yang tidak cukup ideal bukan merupakan persiapan yang baik. Persiapan yang dapat memberikan kita bekal yang cukup untuk membatu kita melangkah ke jalan yang benar.

Sebenarnya tidak banyak hal yang bisa kita lakukan di waktu yang sedikit ini untuk mempersiapkan diri. Tetapi bukan bearti tidak ada. Bagi yang masa kuliahnya banyak dihabiskan dengan berorganisasi, atau biasa disebut aktifis, dapat membuka lagi koper-koper miliknya yang berisi rekaman perjalanan kehidupan kampus yang dihiasi dengan idealisme. Dengan idealisme itu, ia mampu mengorbankan waktu luangnya di kos atau di kampung halaman, menggantinya dengan berbagai macam kegiatan atau acara yang banyak menghabiskan tenaga dan menguras konsentrasinya. Atau mencoba untuk bertukar pikiran dan berbagi pengalaman dengan teman-teman lama sebagai sesama aktifis. Sehingga nyala api idealisme yang sempat atau telah redup atau malah padam, dapat menyala kembali.

Teman-teman yang ketika di kampus aktif menjadi pengurus masjid atau organisasi kerohanian, saat ini waktu yang tepat untuk mempraktikkan serta mendakwahkan berbagai macam ilmu mengenai kehidupan yang telah mereka dapatkan sebelumnya. Jika sebelumnya anggota risma atau rohis beramal melalui mengajar TPA atau teman-teman yang beragama lain mengadakan kegiatan-kegiatan yang bertujuan menyemarakkan hari besar agama, sekarang saatnya beramal melalui tindakan, dengan memberikan teladan sekaligus mengingatkan sesama untuk tidak melakukan hal yang salah baik dari sudut pandang agama maupun aturan yang berlaku. Untuk yang gemar berbisnis sejak masa kuliah, saat ini dapat mengembangkan bisnisnya yang sudah atau akan dijalani. Tentunya dengan modal yang bertambah besar, dibanding ketika kuliah. Contoh di atas, hanya sebagian dari sedikit hal yang dapat dilakukan untuk membatu kita mempersiapkan diri.

Kesimpulan yang dapat penulis ambil adalah perbanyaklah kegiatan bernilai positif. Semakin banyak hal baik yang dapat kita lakukan, diharapkan akan dapat membatu kita dalam menghadapi dunia baru ini. Tetapi harus ditekankan pula, kegiatan-kegiatan tersebut tidak malah mengganggu tugas utama kita sebagai birokrat. Dunia birokrasi, walaupun saat ini masih jauh dari ideal namun sedang berproses ke arah yang lebih baik. Salah satunya dapat dilihat dengan program utama pemerintah saat ini yang bertajuk “Reformasi Birokrasi”. Departemen Keuangan menjadi instansi pemerintahan yang mendapat giliran pertama untuk di-reformasi (sistem) birokrasi-nya. Bisa jadi ini sebuah keberuntungan, bagi pengawal-pengawal keuangan negara yang masih idealis. Namun sebaliknya, Reformasi Biroksi ini bisa saja dianggap bencana bagi para pegawainya yang telah terbiasa, nyaman, dan sering memanfaatkan jabatannya di departemen yang mengelola keuangan negara ini. Oleh karena itu, kita -sebagai pemuda, yang sering kali dibebankan tanggung jawab untuk melakukan perubahan- diharapkan dapat membantu mempercepat proses perbaikan yang sedang berlangsung dan entah kapan akan berakhir. Bukan sebaliknya, malah menghambat atau bahkan merusaknya dengan pilihan-pilihan kita yang salah.

Profil

SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA (STAN)

Sekolah Tingggi Akuntansi Negara (STAN) merupakan penyelenggara pendidikan Program Diploma Bidang Keuangan dalam lingkungan Departemen Keuangan bertujuan untuk mendidik mahasiswa agar mempunyai pengetahuan dan keahlian di bidang akuntansi dan keuangan sektor publik serta mempersiapkan mahasiswa agar kelak menjadi pegawai negeri yang berdisiplin kuat, berakhlak tinggi, dan penuh dedikasi. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara ditetapkan dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 1/PMK/1977 tanggal 18 Februari 1977, sedangkan Program Diploma Bidang Keuangan dalam lingkungan Departemen Keuangan telah dilimpahkan tanggung jawab pengelolaanya kepada Direktur Sekolah Tinggi Akuntansi Negara sesuai dengan Surat Tugas Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Keuangan Nomor ST-098/BP/1997 Tanggal 31 Oktober 1997 dan Surat Edaran Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Keuangan Nomor SE-048/BP/1998 Tanggal 29 Oktober 1998.

Gerbang Bintaro Kampus STAN

PROGRAM STUDI

Pendidikan Program Diploma Bidang Keuangan terdiri dari:

  1. Program Diploma I Keuangan (D-I) Spesialisasi :

1. Kebendaharaan Negara/Anggaran

2. Pajak

3. Kepabeanan dan Cukai

4. Pegadaian

b. Progran Diploma III Keuangan (D-III) Spesialisasi :

1. Kebendaharaan Negara/Anggaran

2. Pajak

3. Kepabeanan dan Cukai

4. Penilai/Pajak Bumi dan Bangunan

5. Akuntansi Pemerintahan (sebelumnya Akuntansi)

6. Pengurusan Piutang dan Lelang Negara

7. Akuntansi Konsentrasi Perpajakan

c. Program Diploma IV Keuangan (D-IV) Spesialisasi Akuntansi.

d. Selain dari Program di atas diadakan pula :

1. Program Pendidikan Asisten / Pembantu Akuntan

2. Program Diploma III Keuangan Kurikulum Khusus

TUJUAN PROGRAM PENDIDIKAN

1. Tujuan umum program pendidikan adalah mendidik mahasiswa supaya mempunyai pengetahuan, keahlian, dan keterampilan dalam bidang spesialisasinya masing-masing juga mempersiapkan mahasiswa agar menjadi Pegawai Negeri yang berdisiplin tinggi, berakhlak tinggi, dan penuh dedikasi.

2. Program Diploma Spesialisasi Kebendaharaan Negara/Anggaran bertujuan untuk mendidik mahasiswa sebagai Calon Pegawai Negeri dalam lingkungan Departemen Keuangan agar memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas pengelolaan Keuangan Negara di bidang Kebendaharaan/Anggaran.

3. Program Diploma Spesialisasi Perpajakan bertujuan untuk mendidik mahasiswa sebagai Calon Pegawai Negeri dalam lingkungan Departemen Keuangan agar memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas pengelolaan Keuangan Negara di bidang perpajakan.

4. Program Diploma Spesialisasi Kepabeanan dan Cukai bertujuan untuk mendidik mahasiswa sebagai Calon Pegawai Negeri dalam lingkungan Departemen Keuangan agar memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas pengelolaan Keuangan Negara di bidang Kepabeanan dan Cukai.

5. Program Diploma Spesialisasi Pengurusan Piutang Lelang Negara ( PPLN ) bertujuan untuk mendidik mahasiswa sebagai Calon Pegawai Negeri dalam lingkungan Departemen Keuangan agar memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas pengelolaan Keuangan Negara di bidang pengurusan Piutang dan Lelang.

Program Diploma Spesialisasi Akuntansi Pemerintahan bertujuan untuk mendidik mahasiswa sebagai Calon Pegawai Negeri dalam lingkungan Departemen Keuangan agar memiliki kemampuan untuk melaksanakan tugas pengelolaan Keuangan Negara di bidang Akuntansi dan Audit sektor publik.

BEBAN STUDI

Beban Studi pendidikan Program Diploma Bidang Keuangan adalah :

1. Diploma I minimal 40 SKS dan maksimal 50 SKS

2. Diploma III minimal 110 SKS dan maksimal 120 SKS

3. Diploma IV minimal 144 SKS dan maksimal 180 SKS

4. Pendidikan Asisten / Pembantu Akuntan minimal 40 SKS dan maksimal 50 SKS

5. Pendidikan Program Diploma III Keuangan Kurikulum Khusus adalah minimal 40 SKS dan maksimal 60 SKS.

WAKTU STUDI

Waktu studi pendidikan Program Diploma Bidang Keuangan adalah :

1. Diploma I adalah 2 (dua) semester yang harus diselesaikan dalam waktu 1 (satu) tahun.

2. Diploma III adalah 6 (enam) semester yang harus diselesaikan dalam waktu 3 (tiga) tahun.

3. Diploma IV adalah 8 (delapan) sampai 10 (sepuluh) semester yang harus diselesaikan dalam waktu 4 (empat) sampai 5 (lima) tahun.

4. Pendidika Asisten / Pembantu Akuntan adalah 2 (dua) semester yang harus diselesaikan dalam waktu 1 (satu) tahun.

5. Pendidikan Diploma III Keuangan Kurikulum Khusus adalah 2 (dua) semester sampai 3 (tiga) semester yang harus diselesaikan dalam waktu 1 (satu) sampai 1,5 (satu setengah) tahun.

PENENTUAN KELULUSAN

Mahasiswa yang dinyatakan lulus apabila :

  1. Telah menyelesaikan seluruh SKS yang disyaratkan.
  2. Tidak memperoleh nilai D pada MKU dan MKK lebih dari 2 (dua) nilai D pada nilai MKDK atau nilai E pada semua mata kuliah.
  3. Memperoleh IP kumulatif tahun akademik yang bersangkutan minimal 2,00 pada semester ganjil dan minimal 2,60 pada semester genap.
  4. Bagi mahasiswa Diploma I adalah lulus karya tulis (Laporan Praktek Kerja Lapangan) dengan IP minimal 2,60 dan atau Praktek Kerja Lapangan dengan IP minimal 2,75.
  5. Bagi mahasiswa Diploma III adalah lulus karya tulis (Laporan Praktek Kerja Lapangan) dengan IP minimal 2,60 dan atau Praktek Kerja Lapangan dengan IP minimal 2,75.

YUDISIUM

Yudisium diberikan kepada mahasiswa yang telah lulus Praktek Kerja Lapangan/Karya Tulis, dan Ujian Komprehensif ( kecuali mahasiwa Program Diploma I Keuangan ).

Penggolongan Yudisium :

a. Lulus dengan predikat terpuji diberikan kepada mahasiswa dengan IP 3,51 sampai 4,00

b. Lulus dengan predikat sangat memuaskan diberikan kepada mahasiswa dengan IP 3,01 sampai 3,50.

c. Lulus dengan predikat memuaskan diberikan kepada mahasiswa dengan IP 2,76 sampai dengan 3,00.

d. Lulus dengan predikat cukup diberikan kepada mahasiswa dengan IP 2,60 sampai 2,75

GELAR BAGI LULUSAN

Lulusan pendidikan Program Diploma Bidang Keuangan dapat diusulkan untuk diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil pada Departemen Keuangan atau Instansi Pemerintah lainnya ke dalam pangkat/golongan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Lulusan Pendidikan Program Diploma Bidang Keuangan berhak menggunakan sebutan profesional sebagai berikut:

  1. Ahli Pratama bagi lulusan Program Diploma I
  2. Ahli Madya bagi lulusan Program Diploma III
  3. Sarjana Sains Terapan bagi lulusan Program Diploma IV

PERATURAN DISIPLIN PERKULIAHAN MAHASISWA

1. Mahasiswa diwajibkan mengikuti setiap mata kuliah yang telah ditetapkan dalam kurikulum sekurang-kurangnya 80% dari jumlah efektif menurut jadwal yang berlaku yang dibuktikan dengan menandatangani daftar hadir mahasiswa.

2. Setiap mahasiswa pria diwajibkan mengenakan kemeja lengan pendek/panjang motif polos, biru muda, abu-abu muda atau krem, celana panjang warna gelap dan ikat pinggang.

3. Setiap mahasiswa wanita diwajibkan mengenakan busana/blus lengan pendek/panjang motif polos, biru muda, abu-abu muda atau krem dan rok warna gelap.

4. Setiap mahasiswa dilarang memakai pakaian yang ketat, dari bahan jeans dan sebagainya, berwarna mencolok/motif batik, kotak-kotak atau bergaris.

Bagi mahasiswa yang tidak mengikuti ketentuan/melakukan pelanggaran disiplin dijatuhi hukuman disiplin oleh pejabat yang berwenang menghukum ( lebih lengkap baca Surat Edaran Direktur STAN Nomor: SE-115/BP.7/2000 tanggal 1 September 2000)